Yogyakarta, 11 September 2025 — FISIPOL Crisis Center (FCC) bekerja sama dengan Divisi Pendampingan Psikologi Career Development Center (CDC) menggelar FCC Menyapa bertema “Edukasi Kekerasan Seksual dan Kesehatan Mental” di Ruang Seminar Timur FISIPOL UGM. Kegiatan ini diikuti mahasiswa Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik (DMKP) baik program reguler maupun internasional (IUP).

Mba Dita, psikolog FCC sekaligus narasumber utama, menekankan bahwa isu kekerasan seksual harus dipahami secara komprehensif oleh mahasiswa. “Kekerasan seksual tidak hanya soal kontak fisik, tetapi juga bisa berupa pelecehan verbal, gestur, hingga penyalahgunaan relasi kuasa. Dengan pemahaman ini, mahasiswa diharapkan bisa lebih berani bersuara dan melindungi diri,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pelaporan menjadi langkah penting untuk menciptakan ruang aman di kampus. “FCC hadir untuk memberikan layanan dan pendampingan. Mahasiswa yang menjadi korban atau mengetahui adanya kasus jangan ragu melapor. Semua laporan dijaga kerahasiaannya,” tambah Dita.

Selain membahas kekerasan seksual, Dita menggarisbawahi pentingnya kesehatan mental mahasiswa di tengah padatnya aktivitas akademik. “Stres, cemas, atau merasa kewalahan adalah hal yang wajar. Tetapi jangan biarkan itu menumpuk hingga mengganggu fungsi sehari-hari. Tidak ada yang salah dengan meminta pertolongan,” ungkapnya.

Menurutnya, kesadaran menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan prestasi akademik. “Kesehatan mental bukan hanya tentang tidak adanya gangguan, tapi juga soal bagaimana kita mampu berfungsi, belajar, dan berelasi dengan baik,” kata Dita.

Melalui diskusi interaktif, Dita mengajak mahasiswa untuk saling peduli. “Ruang aman hanya bisa tercipta kalau kita saling menghargai. Dimulai dari hal sederhana, seperti mendengarkan tanpa menghakimi ketika teman kita bercerita,” ujarnya.

Acara ditutup dengan ajakan agar mahasiswa lebih peka terhadap lingkungan sekitar. “Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk pintar secara akademik, tetapi juga untuk menciptakan budaya kampus yang sehat, aman, dan berdaya bagi semua,” tutup Dita.

Melalui kegiatan ini, FCC berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya literasi kekerasan seksual dan kesehatan mental, serta menjadikan ruang akademik sebagai tempat yang aman, inklusif, dan mendukung pengembangan diri setiap individu.

Informasi mengenai Fisipol Crisis Center dapat kamu lihat disini.

Penulis: Fahri
Foto: Fahri, Fauzi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *