Kehadiran aktor non-pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik, terutama dalam isu pendidikan, memiliki peran penting untuk meningkatkan kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat, terutama mereka yang berasal dari keluarga pra sejahtera. Dalam upaya mencapai pendidikan inklusif, peran pemerintah juga sangat diperlukan, berserta kerjasama dengan masyarakat umum dan berbagai lembaga terkait seperti Dinas Pendidikan dan BAN-PAUD & PNF menjadi kunci dalam menghadirkan pendidikan berkualitas untuk semua.

Dalam konteks Sekolah Gajahwong, kolaborasi antara pendidikan formal dan nonformal berperan penting dalam memperkuat akses pendidikan. Keberlanjutan Sekolah Gajahwong menjadi fokus utama, sebagai sarana yang memfasilitasi akses pendidikan non-formal bagi masyarakat keluarga pra sejahtera. Dengan peran Sekolah Gajahwong sebagai sekolah penggerak, pendidikan inklusif dapat diwujudkan dengan dukungan dari pengelola sekolah penggerak, pemerintah daerah, dan semua pihak yang memiliki tujuan dan misi yang sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi semua lapisan masyarakat.

Penulis: