Yogyakarta – Sebagai wujud nyata implementasi nilai Tridharma Perguruan Tinggi, Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik (DMKP) FISIPOL UGM kembali menerjunkan tim pengabdian masyarakat untuk mendorong pemberdayaan sosial-ekonomi warga. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Karanganom, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, dengan menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Hasil.
Berbeda dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) reguler, pengabdian ini merupakan inisiatif kolaboratif yang melibatkan dosen serta mahasiswa dari berbagai jenjang, mulai dari Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3). Sinergi akademik ini bertujuan untuk memberikan pendampingan yang komprehensif dan berkelanjutan bagi masyarakat mitra.


Menghidupkan Kembali Semangat yang Sempat “Mati Suri”
KWT Ngudi Hasil sejatinya telah aktif sejak 27 September 2010 berkat sinergi antara penyuluh lapangan dan warga setempat. Namun, pasca pandemi Covid-19, kelompok ini mengalami masa stagnasi atau “mati suri”. Beberapa kendala utama yang dihadapi meliputi operasional yang masih bergantung pada perseorangan, lemahnya kolektivitas kerja, serta produksi yang hanya bersifat momentum (berdasarkan pesanan saja).
Selain itu, minimnya tenaga terampil dan belum adanya aspek legalitas usaha—seperti surat izin usaha dan sertifikasi halal—membuat ruang gerak usaha KWT Ngudi Hasil menjadi sangat terbatas.
Merespons kondisi tersebut, pada penghujung tahun 2025, tim pengabdian DMKP UGM yang dipimpin oleh Dr. Ambar Teguh Sulistiyani, M.Si., berinisiatif melakukan gerakan pemberdayaan bertajuk “Pembuatan Kerupuk Lidah Buaya”. Program ini bertujuan untuk meng-upgrade kapasitas kelompok, membenahi tata kelola organisasi, serta membimbing strategi pemasaran dan kewirausahaan yang lebih efektif.

Inovasi Produk: Dari Tanaman Pekarangan Menjadi Oleh-Oleh Khas
Intervensi yang dilakukan tim DMKP UGM mencakup rangkaian kegiatan hulu ke hilir. Proses dimulai dari penanaman kembali lidah buaya oleh ibu-ibu KWT bersama warga sekitar. Daging lidah buaya kemudian diolah menjadi bahan dasar adonan kerupuk dengan komposisi campuran tepung terigu, telur, tepung kanji, tepung beras, dan bumbu rempah.
Guna meningkatkan efisiensi produksi, DMKP FISIPOL UGM juga menyerahkan bantuan alat pengiris (slicer) kerupuk.
“Penyerahan alat ini diharapkan dapat memudahkan proses produksi yang semula manual menggunakan pisau biasa, menjadi lebih efektif, produktif, dan menghasilkan kualitas irisan yang seragam,” jelas perwakilan tim dalam laporannya.
Setelah proses pengirisan, penjemuran, dan penggorengan, produk akhir dikemas dengan desain modern yang telah dirancang khusus oleh tim pengabdian. Re-branding kemasan ini ditujukan agar Kerupuk Lidah Buaya KWT Ngudi Hasil layak jual dan siap bersaing sebagai alternatif oleh-oleh khas Yogyakarta dari Piyungan, Bantul.
Dampak Nyata: Peningkatan Kapasitas dan Kemandirian Ekonomi
Program pemberdayaan ini telah menunjukkan hasil yang signifikan. KWT Ngudi Hasil yang sebelumnya vakum, kini mulai bangkit dengan jumlah anggota aktif mencapai 20 orang. Para peserta kini mampu melakukan proses produksi secara mandiri dan terstandar, mulai dari pengolahan bahan baku, penerapan prinsip higiene, hingga pengemasan.
Secara makro, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman warga mengenai diversifikasi hasil pertanian dan dasar-dasar kewirausahaan rumah tangga, termasuk perhitungan biaya produksi. Capaian ini menjadi fondasi penting bagi kemandirian ekonomi perempuan di Dusun Karanganom untuk menciptakan sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan.

Tim Pengabdian Masyarakat DMKP FISIPOL UGM
Pelaksanaan program ini didukung oleh tim peneliti gabungan yang terdiri dari:
- Dosen: Dr. Ambar Teguh Sulistiyani, Dr. Samodra Wibawa, Dr. Suripto.
- Mahasiswa & Asisten Peneliti: Amanda Elista (Asisten Peneliti), Otto Yasa Abdullah (S1), Arista Dwi Yanti (S1), Seprina Hasan Effendi (S2), Manurgara Rara Talaohu (S2), Fajarwati Kusumawardhani (S3), dan Titis Dewi Anggalini (S3).
Melalui kegiatan ini, DMKP FISIPOL UGM berharap dapat terus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan produktivitas berbasis sumber daya lokal serta membangun ketahanan pangan desa.


