Publikasi

Jurnal Interaksi

Jurnal Politik dan Manajemen Publik (Interaksi) hadir sebagai source of ideas di bidang politik dan manajemen publik di tanah air yang diterbitkan oleh Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik, Fisipol UGM. Jurnal Interaksi terbit dua kali dalam satu tahun pada bulan Maret dan September di bawah pengelolaan Reforma. Konten artikel yang dapat dimuat dalam Jurnal Interaksi antara lain hasil penelitian, analisis kritis dan tinjauan buku, serta ringkasan skripsi dan tesis. Setiap edisi yang diterbitkan bersifat tematik berdasarkan isu-isu aktual di bidang politik dan manajemen publik baik pada level daerah, nasional, maupun internasional.

Reformasi Tata Kelola BUMD Belajar Dari Kabupaten Sorong Selatan

Buku ini berisikan hasil kajian tentang reformasi tata kelola BUMD di Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat, yang dilakukan oleh Pusat Kajian Manajemen dan Kebijakan (Reforma UGM) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan. Kajian pengembangan kelembagaan dan tata kelola sumber daya dan aset-aset produktif milik Kabupaten Sorong Selatan secara umum dimaksudkan untuk memperbaiki mekanisme pengelolaan aset-aset produktif Kabupaten Sorong Selatan yang selama ini dirasakan belum optimal.Salah satu hasil kajian penting yang disajikan dalam buku ini adalah rekomendasi strategi penguatan sistem manajemen BUMD yang mencakup privatisasi (kerjasama dengan pihak ketiga atau swasta), domestikasi dan perluasan akses.

Kebijakan Publik dan pemerintahan Kolaboratif Isu-Isu Kontemporer

Buku ini menguraikan tentang perlunya kemitraan antara  perguruan tinggi, industri dan pemerintah dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menghadapi berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 melalui konsep triple helix. Universitas tidak hanya berperan sebagai penghasil pengetahuan, namun juga penghasil lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Namun demikian, konsep triple helix belum dapat berjalan maksimal karena kurangnya kepercayaan dan pemahaman antar ketiga sektor tersebut, dan kebijakan pemerintah belum mendukung berkembangnya kolaborasi antar sektor. Untuk itu, pemerintah seharusnya merevisi kebijakan-kebijakan yang dapat menghambat berkembangnya triple helix. Universitas juga harus mulai menformulasikan kebijakan akademik yang mampu merespon tuntutan dunia industri dan masyarakat.